Kumpulan artikel dari sumber terpercaya tentang apa itu perundungan, cara mencegahnya, dan bagaimana menanganinya. Bacalah untuk memahami lebih dalam.
Perundungan adalah perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh seorang atau sekelompok siswa terhadap siswa lain yang lemah. Kenali bentuk-bentuknya: fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying.
Baca selengkapnya di Kemdikbud →UNICEF menekankan bahwa perundungan bisa dicegah dengan membangun budaya sekolah yang inklusif, mengajarkan empati, dan membuka saluran komunikasi yang aman bagi siswa.
Kunjungi UNICEF Indonesia →WHO mengategorikan perundungan sebagai masalah kesehatan masyarakat global. Anak-anak yang menjadi korban perundungan berisiko mengalami gangguan kesehatan mental jangka panjang.
Baca di WHO →"Perundungan bukan sekadar konflik antar teman. Ini adalah pola kekerasan yang butuh respons serius dari semua pihak — guru, orang tua, dan sesama siswa."
— UNICEF IndonesiaKementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyediakan panduan lengkap mengenali tanda-tanda anak menjadi korban perundungan dan langkah-langkah penanganannya.
Kunjungi Kemen PPPA →Langkah konkret untuk membantu anak yang menjadi korban: dengarkan tanpa menghakimi, validasi perasaannya, laporkan ke pihak sekolah, dan cari bantuan profesional jika diperlukan.
Baca di Psychology Today →Panduan langkah demi langkah tentang bagaimana siswa bisa melaporkan kejadian perundungan kepada guru, BK, atau pihak berwenang di sekolah dengan aman dan benar.
Cari di Kompas →Saksi perundungan punya peran penting. Berdiri di sisi korban, melaporkan kejadian, dan tidak ikut menyebarluaskan adalah langkah-langkah nyata yang bisa menyelamatkan temanmu.
Kunjungi StopBullying.gov →KPAI menegaskan bahwa siswa bukan hanya korban atau pelaku, tapi juga bagian dari solusi. Menjadi saksi yang berani bisa mengubah situasi di sekolah.
Kunjungi KPAI →"Jika kamu melihat perundungan dan diam saja, itu artinya kamu ikut menjadi bagian dari masalahnya. Beranilah bersuara untuk kebaikan."
— KPAI